Bahwa dalam kurun waktu 3 tahun ke depan para cergamis/komikus Indonesia mampu bersaing dalam kancah dunia percergaman/perkomikan di dunia.
Mengapa? Apa alasan saya mengatakan ini?
Ada beberapa faktor yang menjadi alasan saya:
1. Coba anda ketikan kata 'Comic' & 'Comics' di search engine Google (mengapa Google? karena sekarang search engine yang paling banyak di pake org seluruh dunia). Perhatikan apa yang terlihat pada tampilan, memang kita bukan yang pertama namun kita berada di bawah Marvel dan DC di disitu ada situs Jagoancomic dan Pragatcomic yang notabene keduanya dari Indonesia. Kalau situs ini dikelola dengan baik dari sisi konten maupuan sisi produksi pasti karya anak bangsa ini mampu bersaing denngan komik2 dari Marvel dan DC kalau kita konfrontir dengan Jagoancomic yang notabene superhero sedangkan untuk komik indienya bisa ke pragatcomic.
Untuk Manga, karena orang Jepang nggak fasih atau belom banyak bisa berbahasa Inggris, ini kesempatan bagi Mangaka Indonesia go Internasional untuk berkarya tanpa harus ke Jepang lewat online.
2. Kemampuan secara gaya gambar tidak kalah dengan orang-orang luar. Nggak percaya? Lihat saja relasi saya yang saya cantumkan di bawah jurnal ini... itu belum semua terdeteksi yang ada di DA, blom lagi yang ada di Indo CG dan sebagainya...
3. Kayanya Indonesia dengan kultur, budaya, sosial di Indonesia.
Kekayaan Indonesia secara alam maupun budayanya sudah diakui seluruh dunia, sampai2 ada yang mengklaim lagu, Batik dan Reog Ponorogo diklaim oleh negara lain. Kapan kita berdiam diri saja melihat budaya kita dicuriin oleh bangsa lain. Sudah saatnya bangsa ini maupun artis/komikus Indonesia menyadari pentingnya mengangkat budaya kita sendiri. Jangan diartikan ini penekanan pada Pewayangan, Silat dan jagoan komik super hero jadul kita. Konten lokal itu dalam pengertian luas kenapa kita mengkotakan pemikiran kita sih?
Orang Amerika & Orang Jepang bangga kan pada bangsanya sendiri? Kenapa kita tidak?
Oleh maka itu kalau kita sampai detik ini tidak menyadari potensial bangsa ini, maka bangsa ini hanya melahirkan 'tukang' atau 'buruh' gambar yang potensinya akan diambil oleh negara lain...
Ingat kasus David 'kan? Salah satu aset bangsa yang dibunuh di negeri orang karena penemuannya yang akan mengguncang dunia....
Sesuai dengan judul diatas maka saya mengajak rekan2 yang peduli akan kemajuan bangsa ini, diperlukan posisi editor yang memegang kunci suksesnya perkomikan Indonesia ke depannya. Kalo nggak percaya cek aja di Jepang atau Amrik dimana melibatkan editor bertangan dingin melahirkan para komikus/mangaka besar.
Kalau difilm sebuah naskah yang bagus kalo tidak berada di sutradara yang tidak bisa membuat naskah itu hidup maka menghasilkan film yang tidak bermutu.
Dengan jurnal ini, saya akan memulai membina beberapa calon editor khusus komik lokal.
Saya punya pengalaman di 3 penerbitan besar. Salah satunya yang sangat diidamkan banyak cergamis/komikus, saya singkat saja EMK. Mereka yang sudah biasa datang ke Kodansha, Shueisha di Jepang sono untuk beli naskah, namun tidak pernah memperhatikan cara kerja editor Jepang seperti apa kerjanya (Kayaknya saya perlu mengusulkan kepada chief editor EMK).
Suatu ketika saya datang untuk 'ACC' karya studio saya, yang menerima saya adalah seorang editor lulusan sastra Jepang... apa hubungannya sastra Jepang dengan karya produk lokal yang akan dijual? Lulusan sastra itu hanya mengedit tahu naskah terjemahan bukan mengedit karya yang akan dijual...
Saya teringat teman baik saya yang melamar ke EMK untuk jadi salah satu staffnya padahal dia lulusan dari seni rupa dari universitas kenamaan, namun nggak diterima? Mungkin EMK perlu dihuni oleh orang2 lulusan seni rupa dan Desain biar kualitasnya meningkat.
Ok, saya berbagi ilmu bagaimana menjadi editor khusus cergam/komik:
1. Pertama, editor itu harus punya pengalaman langsung dalam proses pembuatan karya komik (Ini dialami oleh semua editor di Jepang) minimal 2 tahun...
Alasannya: biar tahu bagaimana proses pembuatan dari storyboard, pensil, tinta, & raster. Mengetahui berapa lama produksi, bagaimana cara merevisi naskah.
2. Punya wawasan yang luas, dan selalu mengikuti perkembangan dunia perkomikan dunia.
Editor tidak boleh mengkubu pada gaya tertentu atau cenderung pada mainstream atau yang laku dijual. Lihat dulu muatan karya itu ditujukan kepada siapa anak2, remaja atau dewasa.
3. Punya kejelian untuk melihat peluang pasar untuk menjual karya.
Seorang editor mampu mengolah naskah karya yang tadinya tidak menarik tapi karena tahu peluang idenya menarik di tangan editor ini naskah yang tidak menarik itu menjadi sangat menjual. Kuncinya para cergamis/komikus/mangaka mengikuti saran dari editornya.
Analoginya editor komik seperti penambang berlian, menemukan bijih berlian yang jelek dan buruk bisa mengolahnya menjadi berlian yang indah dan berkilauan.
Bagi yang berminat untuk menjadi calon editor komik bisa secara online di jurnal ini kalau versi kopi daratnya bisa datang langsung ke
===============================================
HELP! Survey Indonesia Comic Artist on DA
Ada yang bisa bantu berapa banyak para pembuat Komik (komikus)/cergamis di DA? Terutama untuk cergamis/komikus pemula. Kirim note ke saya ya...
Survey ini bertujuan untuk mengatasi kendala Cergamis/komikus muda/pemula Indonesia untuk mengaktualisasikan karyanya sekaligus meningkatkan jam terbang dengan tampil karyanya dalam bentuk digital dan diakses melalui internet(online).
Untuk melihat contohnya proyek Viz-Lit dari Cergam Visualitera Press yang sempet tertunda sudah bisa dinikmati secara online.
Pamor 1 sudah bisa di cek [link] regristrasi gratis bisa lihat bagian katalog cari Pamor 1, kebetulan masih gratis silahkan melihat-lihat seluruh halaman karena ke depannya sudah masang harga untuk dibeli maupun di sewa.
Terima kasih atas perhatiannya, mohon kabar baik ini disebar di kalangan cergamis/komikus pemula.
=================================================
TOP International Comic Artist
Inks:
Colorist
Illustrator:
Fantasy art
Dark Art
Painter
Master Face
Another Master Community Conceptart [link]
South east Asia:
Philippines Manga Artist
Manga Magazines from Philippines
Malaysian top Artist:
Illustrator:
Copic Master
Best References
Indonesian Comic Artis:
My senior mentor comic artist
My local friends go International comic artistan
Male:
Colorist & Painter
Female:
My friends Local comic artist
Male:
Female:
Master Vector
Traditional art
Best digital painter
Girl power!
Writer
I'm training some apprentice potential Indonesia Comic Artist and call them CERGAM RANGER,
And I'm teaching workshop Comic on the weekend and my student is
This is Bandung Comic community
I'm join this club:










--
Something's Fishy..
--
Something's Fishy..
kali
Sebagai catatan: Penulis cerita novel berbeda dengan penulis komik. Penulis komik memang perlu khusus karena seorang penulis komik benar2 paham dan bisa membayangkan mengatur alur dalam setiap halaman komiknya.
Atau...bisa jadi, pola ngeproduksi komik seperti ini belum dijadiin pilihan, lantaran masing2 pihak terlalu pede dengan kemampuannya, ehehe.
Kalau komikusnya Pede dan bisa diarahin secara cerita sih bisa saja...
Previous Page12345...Next Page